March 2016

air airy airyrooms aksesoris alami aman anak-anak apple asuransi asuransi jiwa bajuolahraga bali baumulut bayi belajar berita bisnis blog Bucket bucket bunga buka puasa bumi Bunga Cantik cara cara memulai usaha cepat cianjur cirebon contoh contohmusikjazz cuci dealer demo depresi diet difteri domain dosen dunia durian email family Fashion fashionpria favorit Februari food freelance furinitur Gadget Game gantungdiri gaya hidup gejala gejayan generasimaju google google pixel 4 google pixel 4 XL goreng habitat handphone hardware helm hewan hidup hidupsehat honda hosting hujan hunian hutan iklim indonesia info Info unik informasi instan interior internet ipad iphone ipode jakarta janin jaringan jazz jeruk nipis jogja Kecantikan kehamilan kendaraan keraton kerja Kesehatan knalpot kue lagu laptop layanan liburan life loadbalancing lubang mahasiswa makanan makassar medan mencuci mengatasi mie mie goreng mieinstan minuman mobil motor mudah musik musikjazz musisi niagahoster olahraga oleh oleh otomotif paket wisata jogja pancake pantai pekerjaan Pendidikan penyakit penyanyi Perempuan persiapkan perut polisi polisi dibakar ponsel pria Properti puasa ramadan ramadhan rekening rumah. mewah Scrift unik sehat sepatu sertifikasi server sixpacks smartphone Software sony vaio sosmed sparepart subtropis sumatra utara Surabaya tab tabungan takjil tas taspria teknologi tempat tepat terkini tinggal tips tkj toko bunga toyota travel Traveling trik tropis tumbuhan Tutorial twitter Umum Unik usaha Valentine vira Wanita web website wisata yahoo yamaha yamaha lexi yogyakarta

Paket “Unlimited” Yang Seharusnya

Rasakan.com - Jagat media sosial masih terus dibanjiri keluhan masyarakat soal layanan internet kabel dengan kebijakan penggunaan wajar (fair usage policy atau FUP) untuk paket internet unlimited. Kebijakan itu sewajarnya dijalankan operator seluler, tetapi tidak bagi operator layanan internet kabel. Kenapa?

Pada dasarnya, operator seluler (wireless) memang belum bisa menerapkan paket unlimited tanpa batasan FUP karena layanan mereka menggunakan saluran frekuensi dengan kapasitas bandwidth tertentu. Kapasitas tersebut akan membuat kecepatan akses bergantung pula pada seberapa banyak pengguna memakai layanan pada satu waktu.

Frekuensi bisa diandaikan sebuah jalan, sementara bandwith adalah lebar jalan itu. Dengan internet ibarat kendaraan yang melintas di jalan tersebut, kepadatan pengguna akan berimbas pada seberapa cepat pula mereka bisa melaju di satu jalan berlebar terbatas yang sama. 

Kecepatan akses juga melambat bila ada sejumlah "kendaraan" melintas berkali-kali saat kendaraan lain baru beberapa kali. Di sini muncul kebijakan FUP, yang akan menurunkan batas kecepatan pengguna semacam itu setelah ia sekian kali melaju bolak-balik.

Lalu, apa yang berbeda dengan layanan internet kabel? Perbedaan paling mencolok ada pada penyediaan kapasitas yang jauh lebih besar dan stabil, apalagi bila menggunakan teknologi fiber optik untuk layanan itu. 

Paket unlimited ideal
Ibarat jalan, kabel fiber optik itu adalah jalan tol dengan empat ruas jalan lebar yang langsung menuju perumahan. Dengan jalan lebih lebar, kecepatan akses para pengguna internet akan relatif terjaga kencang dan stabil.


Paket “Unlimited” Yang Seharusnya

Pemakaian “jalan” fiber optik memungkinkan kecepatan sampai 1.000 Mbps alias 1 giga bits per detik (Gbps). Dengan data dan proyeksi pemakaian internet, teknologi tersebut memungkinkan konsumen bisa sangat leluasa melaju di "jalan" itu meski banyak orang "melintas" bersamaan.

Layanan internet kabel fiber optik yang ideal menggunakan skema jaringan fiber to the home (FTTH). Skema infrastruktur itu menghubungkan pusat layanan dengan peralatan pelanggan. Memakai skema itu, operator layanan internet dapat memakai teknologi jaringan tanpa catu daya Gigabit Capable Passive Optical Network (G-PON).
G-PON memungkinkan layanan internet membagi bandwidth secara otomatis sesuai pengaturan. Memakai teknologi itu, seharusnya operator layanan internet kabel—terutama yang menggunakan fiber optik—dapat menerapkan sistem unlimited tanpa perlu menerapkan FUP.

Terungkap dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat ini di Indonesia ada sekitar 73 juta pengguna internet, setara kurang-lebih 29 persen total populasi. Angka itu diyakini masih akan terus tumbuh, seiring dengan perkembangan dan sebaran teknologi.
Paket “Unlimited” Yang Seharusnya
Bagi perusahaan layanan internet, tren tersebut merupakan peluang untuk menjaring pasar pengguna. Tantangannya adalah kebiasaan pemakaian para pengguna itu sendiri yang cenderung butuh alokasi besar paket data.

“Masyarakat maunya kualitas bagus tapi harga murah,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara seperti dikutip Kompas.com,  Senin (21/3/2016).
Hal tersebut yang kemudian diduga menjadikan industri—termasuk operator layanan internet—memasang strategi. Efisiensi pemakaian data seperti penerapan paket unlimited dengan FUP, salah satunya.

Meski demikian , tak semua operator menerapkan kebijakan pemakaian wajar. Operator internet kabel MyRepublic, misalnya, menjanjikan layanan internet unlimited dengan kecepatan stabil untuk paket-paket yang mereka tawarkan.

Untuk memaksimalkan pengalaman berinternet pengguna, operator tersebut menggunakan pula traffic priority system. Sistem ini membaca kebiasaan pengguna untuk mengetahui dengan pasti kebutuhannya atas internet.

Dengan begitu, penggunaan paket data besar untuk aktivitas ataupun aplikasi yang sensitif pada jam-jam tertentu, seperti untuk menonton video streamingtetap dapat berjalan lancar meski ada banyak pengguna memakai jaringan tersebut bersamaan.  
Bagaimana sobat ? ada keluhan lain ?

Jangan Beli "Smartphone" Android Dulu

Rasakan.com  - Berencana membeli smartphone Android baru? Ada baiknya menunggu sebentar. Bulan April mendatang, diperkirakan ada gempuran sejumlah model baru yang bakal diperkenalkan.


Informasi yang dihimpun KompasTekno dari The Verge, Senin (28/3/2016), menunjukkan bahwa Huawei kemungkinan akan meluncurkan flagship teranyarnya, P9, dalam sebuah acara pada tanggal 6 April.

Seminggu setelahnya, giliran HTC yang diprediksi bakal memunculkan model andalan One M10 atau HTC 10. Oppo diduga turut nimbrung dalam waktu yang sama lewat produk internasional seri R9 dan R9 Plus.

Selain mereka, ada pula model-model lain dan sejumlah pabrikan ternama yang telah lebih dulu diungkap dan dijadwalkan mulai memasuki pasaran pada bulan depan. 

Sebut saja G5 dari LG dan tiga smartphone Xperia baru dari Sony.Samsung telah lebih dulu menghadirkan model andalan dengan debut yang ditandai acara consumer launch Galaxy S7 di Jakarta, akhir minggu lalu.

Namanya produk baru, sudah barang tentu produk-produk di atas dibekali aneka macam hardware terkini dan tercanggih.

Galaxy S7 mengandallkan prosesor Exynos 8890, RAM 4GB, kamera 12 megapiksel berkualitas tinggi, serta kemampuan tahan air dan debu. 

Flagship lain, seperti G5, dan Xiaomi Mi5 yang mengusung chipSnapdragon 820 dari Qualcomm, pun tak kalah menarik. April mendatang boleh dikatakan adalah bulannya Android!


Smartfren Stop Paket 4G Unlimited

Rasakan.com - Operator Telekomunikasi Smartfrenkemungkinan besar tidak akan memperpanjang promosi paket internet 4G tidak terbatas mereka, yakni “True Unlimited”, setelah berakhir pada tanggal 30 April mendatang. 

Di satu sisi, pihak Smartfren mengakui lonjakan penggunaan data 4G sebagai manfaat dari edukasi mengenai tarif yang terjangkau. Namun, mereka mengkhawatirkan penyalahgunaan yang bisa merugikan pelanggan lain secara keseluruhan.

Diungkapkan oleh Roberto Saputra, Head of Brand and Marketing Communication Smartfren, sewaktu ditemui di sela acara lokakarya media di Jakarta, Jumat (18/3), ada dua pilihan yang tersedia yakni memperpanjang atau menghentikan, tapi untuk sementara yang condong dipilih adalah pilihan kedua. 

Langkah selanjutnya yang bakal dilakukan adalah mempersiapkan paket baru sebagai pengganti "True Unlimited" Smartfren

Skenario yang sempat dipertimbangkan adalah menerapkan FUP atau fair usage policy, kebijakan ini memungkinkan pengguna berselancar di internet tanpa batas, tapi dengan kecepatan akses yang dipangkas bila konsumsi data melewati batas tertentu. 

Menurut Roberto, setelah meminta masukan dari para pengguna, skenario di atas tidak digunakan. Smarftren lebih memilih untuk mempersiapkan paket dengan kuota data yang diharapkan bisa menarik minat.

"Saya pastikan para pengguna tetap mendapatkan untung dengan menggunakan paket tersebut. Sosialisasi akan segera dilakukan," ujar Roberto.

Paket True Unlimited sendiri memungkinkan pengguna ponsel dengan jaringan selular Smartfren untuk bisa menggunakan internet tanpa ada batas waktu atau kuota data. 

Untuk pengguna ponsel pintar dengan merek sendiri dari Smartfren, Andromax, pelanggan bisa memperoleh paket ini hanya dengan Rp 75.000 per bulan sementara pengguna dengan ponsel lainnya dikenai harga empat kali lipat.

Diakali

Menurut laporan Smartfren, pengguna 4G di jaringannya mencapai 1,4 juta jiwa pada kuartal IV tahun 2015 dari total pelanggan sebanyak 12 juta jiwa. 

Dari para pengguna 4G, Roberto mengungkapkan bahwa jumlah pengguna paket True Unlimited tercatat sekitar 100.000 orang, tapi layanan tersebut mampu mendongkrak konsumsi data.

"Setiap bulan konsumsi data pengguna True Unlimited rata-rata sekitar 27 gigabyte, artinya setiap hari bisa menghabiskan 1 gigabyte. Bahkan ada pengguna yang bisa mencapai 4 gigabyte (per hari),” katanya.
 
Beberapa pengguna juga diketahui berupaya mengakali ketentuan dari paket ini dengan memindahkan kartu SIM ke perangkat lain seperti mobile WiFI. 

Padahal, True Unlimited saat diperkenalkan memiliki keterbatasan yakni hanya berlaku bila digunakan di dalam ponsel, atau tidak boleh menggunakan layanan peer-to-peer semisal torrent

Untuk pelanggaran tersebut, Smartfren mengirimkan peringatan ke pengguna dan menerapkan sanksi berupa pembatasan kecepatan akses bila hal tersebut dilanjutkan.

Salah satu pertimbangan untuk menghentikan paket True Unlimited adalah menghindari penumpukan jaringan akibat beberapa pengguna yang mengonsumsi data secara berlebihan. 

Hal itu bisa menyebabkan gangguan pada layanan internet untuk pelanggan lain, setidaknya berupa penurunan kecepatan akses.

Promo mudik

Sementara itu, Division Head Smartphone Business Smartfren Sukaca Purwokardjono, menuturkan bahwa perangkat MiFi atau mobile WiFi yang dikeluarkan Smartfren memang tidak bisa mengikuti promo True Unlimited. 

Namun, Smartfren menyiapkan beberapa promosi berupa kuota gratis untuk setiap pengguna yang mengisi ulang.

"Nantinya promosi akan dipusatkan pada mudik Lebaran karena itu momen yang tepat bagi perangkat ini bisa dipergunakan," ujar Sukaca.

Hingga kini Smartfren memiliki tiga varian MiFi yang bisa beroperasi dengan 4G yakni M2S, M2Y, dan M2P. Perangkat ini ditawarkan sebagai alternatif bila pengguna belum berencana untuk beralih ke ponsel dengan layanan 4G tapi ingin menikmati akses internet kecepatan tinggi.

Bila dibandingkan dengan ponsel, komposisi pengguna yang menggunakan MiFI ternyata hampir sama atau separuh-separuh. Sukaca memilih untuk mendorong dua lini produk ini untuk menambah jumlah pelanggan.

Hal serupa dilontarkan Munir Syahda Prabowo, Head of Network Special Project Smartfren. Menurut Munir, pihak Smartfren juga berencana untuk memastikan bahwa ponsel-ponsel 4G Andromax sebelum dua seri terbaru -yakni R2 dan E2- akan bisa memanfaatkan fitur VoLTE atau Voice over Long Term Evolution

VoLTE merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk membuat panggilan telepon di jalur data kecepatan tinggi. Manfaat yang dirasakan tidak hanya soal kejernihan suara karena lebih banyak data yang bisa dikirimkan, pengguna bisa membuat panggilan video dengan lancar.

Dia juga memastikan rencana untuk memungkinkan pengguna MiF membuat panggilan VoLTE melalui aplikasi yang dipasang terpisah. Fitur tersebut rencananya akan dihadirkan tahun ini.

Telepon Beda Operator Bisa Makin Murah

RASAKAN - Kementerian Komunikasi dan Informatika berniat mengeluarkan aturan mengenai interkoneksi pada April mendatang. Di dalamnya akan mengatur mengenai biaya telepon antar-operator telekomunikasi.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomnifo) Rudiantara, pengguna layanan telekomunikasi bisa membayar murah hanya saat menelepon ke nomor milik operator yang sama. Sedangkan biaya telepon beda operator cenderung sangat mahal, bisa delapan kali lipatnya.

Karena alasan itu, pihaknya meminta para operator telekomunikasi menurunkan biaya interkoneksi dan akan mengeluarkan aturan yang bisa memaksa mereka menurunkannya.

“Mudah mudahan April ini akan dikeluarkan kebijakan soal biaya interkoneksi ini turun,” ujarnya di sela-sela kunjungannya ke kantorKompas.com, Kamis (17/3/2016).

Menteri yang akrab disapa Chief RA ini yakin penurunan biaya interkoneksi justru akan membantu mendongkrak keuntungan operator. Salah satunya dengan cara mendorong pengguna untuk lebih sering telepon ke operator lain.

Sedangkan dari sisi pengguna, penurunan biaya interkoneksi juga memberikan keuntungan. Misalnya membuat biaya telekomunikasi turun seiring dengan harga telepon antar-operator yang makin murah.

Sebelumnya, saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Senin lalu, Rudiantara sudah mengatakan niatnya untuk menurunkan biaya interkoneksi sebesar lebih dari 10 persen biaya saat ini.

“Secara rata-rata tertimbang turunnya mesti signifikan atau di atas 10 persen. Tujuannya membuat industri lebih efisien. Tapi ini sebagai rujukan saja, bukan kepastian. Dengan kata lain masih boleh ada kesepakatan business to business dan kalau terjadi perselisihan maka merujuk ke sini,” terangnya.

Telepon Beda Operator Bisa Makin MurahJika biaya interkoneksi mahal, misalnya seperti saat ini yang off-net bisa delapan kali lipat on-net, industri telekomunikasi dan operatornya akan kerdil. Pasalnya operator besar hanya di dirinya sendiri, karena pengguna cuma memakai untuk menghubungi sesamanya saja.

“Kalau off-net sampai delapan kali lipat kan membuat orang enggan untuk menelepon operator lain. itu membuat operator jadi kerdil. Kalau biaya interkoneksi turun, paling tinggi off-net tiga kali lipat, itu masih affordable,” ujar Rudiantara.

“Penurunan tersebut akan menciptakan demand. Begitu biaya interkoneksi turun, orang banyak pakai untuk telepon ke operator lain, maka secara volume absolut naik,” pungkasnya.


Rasakan.com — Hari Senin yang lalu (7/3/2016), ada yang unik dari mesin pencari terpopuler didunia. Pada hari itu Google turut merayakan hari lahir ke-80 Georges Perec dengan menampilkan doodle unik pada laman pencariannya. 

Jika pengguna membuka laman pencarian Google, sepintas seperti tidak ada perubahan apa pun. Laman ini tetap menampilkan logo Google seperti biasa.

Namun, selang beberapa detik, huruf "e" yang ada di logo tersebut terhapus lewat sebuah animasi sehingga menyisakan kata berbunyi "Googl".

Jika diklik, mesin pencari Google akan menampilkan hasil pencarian yang terkait dengan seseorang bernama Georges Perec.

Siapakah sebenarnya Georges Perec dan mengapa Google menghilangkan huruf "e" dalam doodle untuk memperingati hari lahirnya?

Perec adalah seorang penulis novel, pembuat film dan dokumenter, serta dikenal gemar membuat karya esai. Lahir pada 7 Maret 1936 di Paris, Perancis, ia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Icek Judko dan Cyrla (Schulewicz) Peretz.

Salah satu karya novelnya yang terkenal adalah La Disparition, sebuah karya yang ditulis dalam bahasa Perancis pada tahun 1969. Karyanya kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diberi judul A Void.

Karya inilah yang menjadi inspirasi Sophie Diao dalam membuat doodle untuk laman utama Google. Alasannya, Perec menuliskan karya La Disparition tanpa pun satu huruf "e" pun di keseluruhan novel tersebut.

Novel La Disparition dalam bahasa selain Inggris pun menghilangkan huruf vokal lain yang paling banyak dipakai dalam bahasa tersebut. Terjemahan novel ini dalam bahasa Spanyol, misalnya, tak memiliki huruf "a", sedangkan terjemahan Rusia ditulis tanpa huruf "o". 

La Disparition sendiri bercerita tentang sekelompok orang yang mencari seorang kawan yang menghilang. Novel ini memadukan genrenoir fiction dan horror fiction.

Selain mahir menulis, Perec juga gemar membuat film. Salah satu karyanya yang dikenal di dunia film adalah Un Homme Quidort. 

Karir Kesuksesaan Dari Dewa 19

Dewa 19 ialah nama group musik Indonesia yang berkecimpung di bidang musik. Di awali pada tahun 1986 di Surabaya oleh personilnya yakni Ahmad dhani (keyboard dan vocal), Anda junaidi (gitar), Agung yudha (drum) dan Yuke sampurna (bass). Di era 1986 hingga 1991 group musik ini terbentuk dan memulai karir dari suatu perjalanan yang benar-benar dari nol. Dari Surabaya kemudian ke Jakarta, group ini merilis album pertamanya yakni di tahun 1992. Hingga kemudian karya-karya begitu hit diantara tahun tersebut hingga tahun 2000’an.

Perjuangan sukses dari group Dewa 19 ini memang tak sedikit, hingga menghasilkan kesuksesan yang luar biasa. Sedari beberapa pihak rekaman yang kurang tertarik dengan lagu-lagu mereka, kemudian ada pula pihak yang melirik musik-musik dari group ini. Akhirnya diterbitkan oleh Jan Djuhana dari Team Records dan ternyata hasilnya sungguh luar biasa karena lagu-lagu tersebut laris dan digemari oleh masyarakat dari semua lapisan. Kemudian karya-karya dari group ini kian meningkat dan menerima banyak respond baik hingga penghargaan sekalipun.

Adanya deretan penghargaan dari group ini merupakan hasil perjuangan dan menemui sukses besar. Penghargaan tersebut antara lain ialah:
  • Album terlaris dan pendatang baru terbaik oleh BASF Awards di tahun 1993.
  • Band terkaya di Indonesia oleh majalah Hai di tahun 2005.
  • Penghargaan LibForAll Award atas kontribusi perdamaian beserta toleransi dalam beragama di Amerika serikat.
  • The Immortals: 25 Artis Indonesia terbesar sepanjang masa oleh majalah Rolling stone di tahun 2008
  • Serta banyak lagi anugrah penghargaan yang diberikan oleh AMI Awards, BASF Awards dan lainnya untuk group musik ini.

Masih banyak deretan penghargaan lain yang diberikan oleh group musik ini. Bahkan Dewa 19 menjadi salah satu bagian terbesar atas ikon musik populer di Indonesia. Lagu-lagu yang dirilis pun banyak dan berada dalam album-album yang masing-masing laris manis di kalangan masyarakat secara luas. Bahkan kemampuan mereka pun berhasil menarik perhatian secara internasional. Namun sayangnya, terdapat beberapa perpecahan tetapi Grup musik Dewa ini mampu mengatasinya dengan baik.

Rasakan.com - Anda  mungkin terkejut melihat pendiri Facebook Mark Zuckerberg menerima kunjungan Presiden Jokowi di markasnya dengan memaki kaos oblong. Anda mungkin menganggap dia tidak sopan. Anda tidak sendiri. 

Michael Pachter, seorang analis pasar modal terkemuka di Wall Street untuk bidang video game, media sosial, media digital, dan elektronika juga sependapat dengan Anda. Pachter berpendapat bahwa Zuckerberg tidak dewasa dengan gayanya itu tatkala ia menghadiri penjualan saham perdana (IPO) Facebook di Wall Street dengan memakai kaos oblong.
Bagi pelaku pasar modal Wall Street, setelan jas adalah satu-satunya pakaian yang pantas dikenakan di sana. Karena itu Pachter menuduh Zuckerberg bersikap tidak sopan kepada para calon investornya, orang-orang yang dia harapkan memberinya uang.
Kenyataan menunjukkan bahwa Pachter keliru. Para investor ternyata tidak terlalu peduli dengan penampilan Zuckerberg. Saham Facebooklaris, dan jumlah penggunanya terus bertambah dengan cepat.
Mengapa Zuckerberg memilih untuk memakai kaos oblong, dan semua kaosnya nyaris serupa? Ia memberi alasan bahwa setiap hari ia harus membuat begitu banyak keputusan penting terkait pelayanannya kepada 1,5 milyar pengguna Facebook

Ia berambisi menjadikan Facebook sebagai sesuatu yang sangat penting, sama seperti pentingnya energi listrik bagi kita saat ini. Maka, ia memilih untuk menggunakan energi pikirnya hanya untuk hal-hal penting terkait dengan pelayanan tadi. 

Memikirkan baju apa yang hendak dipakai, menyesuaikan dengan berbagai acara yang akan dia hadiri adalah sesuatu yang “bodoh” menurut Zuckerberg. Dalam bahasa kita, itu adalah sesuatu yang mubazir.
Tidakkah ini terdengar mengada-ada? Tidak. Bagi kita yang bekerja dengan ritme sederhana, kita tentu punya cukup energi untuk memikirkan hal-hal yang tak perlu. Tapi bagi orang-orang yang super sibuk, membuat puluhan atau ratusan keputusan setiap hari, hidup jadi sungguh melelahkan. 

Mereka mengalami sesuatu yang disebut decision fatigue, kelelahan (karena) pembuatan keputusan. Mereka perlu menyerdehanakan banyak hal, sehingga tidak memerlukan energi untuk memikirkannya.
Sebenarnya Zuckerberg tidak sendiri. Obama pun berpikir dengan cara yang sama. Yang berbeda hanya pada pilihan jenis pakaian. Obama memilih setelah jas berwarna biru sebagai identitasnya. 

Tentu saja Zuckerberg juga bukan yang pertama. Steve Jobs kita kenal dengan kaos kerah kura-kura, sedangkan Bill Gates sering tampil memakai sweater. Hanya saja Zuckerberg sedikit lebih ekstrim, baik dari sisi pilihan jenis busana maupun frekuensi pemakaiannya.
Kita terbiasa menilai orang dari pakaian yang ia kenakan, bukan substansi yang terkandung pada sosok tersebut. Di sisi lain kita juga sering berhadapan dengan kenyataan bahwa citra yang dibangun melalui dandanan necis tidak selalu benar. 

Banyak orang yang sudah tertipu dengan hal ini, namun tetap saja persepsi awalnya tidak berubah. Persepsi itulah sepertinya yang hendak dibongkar Zuckerberg melalui kaos oblong yang ia kenakan. Ia ingin orang melihat kualitas produk dan layanan yang ia berikan, tanpa ambil pusing dengan pakaian yang ia kenakan.
Seorang analis fashion berkomentar,”When you’re a massively proven success, you get to break the rules.” Kalaupun Zuckerberg berdandan seperti Lady Gaga, orang akan tetap memakai produknya, dan membeli sahamnya. 

Zuckerberg adalah sosok luar biasa, berdiri pada posisi yang luar biasa, maka ia bisa mematahkan berbagai aturan yang mengikat orang-orang biasa.
Bagi orang Indonesia sebenarnya hal ini tidak sama sekali baru. Kita pernah punya Bob Sadino yang selalu memakai celana pendek dan baju kotak-kotak ke mana pun ia pergi. Ia pernah hadir di rapat dengar pendapat di DPR dengan pakaian itu, kemudian ditolak. Namun dalam berbagai aktivitas lain Bob Sadino diterima apa adanya, sebagaimana Zuckerberg.
Jokowi yang menjadi tamu Zuckerberg di markasnya pada dasarnya adalah orang yang sepikiran dengan Zuckerberg. Ia punya busana khas, yaitu baju putih, atau baju kotak-kotak. Tentu saja sebagai presiden ia tidak bisa memakainya di semua acara. Namun ia sebenarnya sedang menyampaikan hal yang sama, bahwa substansi bukan pada pakaian.
Jadi, apakah Zuckerberg tidak menghormati Jokowi dengan memakai kaos oblong? Bukan begitu. Kita harus memahami bahwa begitulah adanya Zuckerberg.
Pertanyaannya, di masa depan akankah berbagai aturan busana (dress code) yang berlaku sekarang runtuh oleh sosok-sosok seperti Zuckerberg? Rasanya kemungkinan itu masih sangat kecil, karena bagaimanapun juga sosok seperti Zuckerberg tetaplah minoritas dalam hal kuantitas. Tapi itu pun tidak sama sekali mustahil. Fashion adalah sesuatu yang secara natural akan berubah. 

Di masa mudanya KH Wahid Hasyim pernah menggegerkan pesantren ayahnya karena berbusana lain dari yang lain. Ia memakai celana saat semua santri memakai sarung. Namun kini kita saksikan bahwa pemakai sarung justru menjadi minoritas.
Jadi, kita boleh membayangkan, di masa depan para petinggi perusahaan melakukan berbagai pertemuan bisnis penting dengan pakaian sesuka mereka. Pasti terlihat selalu keren.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.