-->

3 Jenis Pembeli di Festival Belanja Online

3 Jenis Pembeli di Festival Belanja Online

Kala aktivitas serba dibatasi, platform belanja online jadi pemecahan buat penuhi kebutuhan tiap hari. Apalagi, window shopping melalui smartphone seakan jadi aktivitas yang mengasyikkan buat melenyapkan penat sepanjang di rumah aja.


Terlebih dikala tanggal- tanggal kembar bermunculan, mulai dari 9. 9, 10. 10, 11. 11, sampai Harbolnas yang diadakan masing- masing 12 Desember. Pada momen ini, kalian dapat memperoleh benda impian dengan harga yang jauh lebih murah. Seluruhnya berkat potongan harga, cashback, ataupun voucher belanja.


Uniknya, pola belanja konsumen jadi nampak dikala belanja online sebab masing- masing orang memiliki metode serta Kerutinan yang berbeda- beda. Terdapat yang langsung beli tanpa pikir panjang, terdapat pula yang betah menyimpan benda cuma di keranjang. Menariknya lagi, jenis konsumen ini pula mempengaruhi benda yang mereka beli dikala festival belanja.


Penasaran kalian jenis yang mana? Ayo, kita bahas satu per satu!


Jenis Pembeli dikala Belanja Online


1. Sang jago menyamakan harga


Jenis awal tiba dari mereka yang telah memiliki benda incaran dari jauh- jauh hari. Jenis ini cenderung mencari penawaran terbaik saat sebelum membeli. Mereka hendak menyamakan harga dari satu toko ke toko lain, kemudian memutuskan buat check out sehabis menciptakan harga yang cocok.


Di Indonesia, jenis mode serta pernak- pernik sangat banyak dibeli oleh orang- orang jago menyamakan harga. Sehabis itu, kebutuhan tiap hari, otomotif, serta kecantikan, jadi jenis lain yang kerap diburu dikala festival belanja.


2. Sang penjelajah e- commerce


Siapa yang amati benda lucu dikit, langsung memutuskan buat beli sementara itu enggak sangat perlu? Dapat jadi kalian tercantum jenis ini.


Untuk sang penjelajah e- commerce, produk ataupun merk tertentu tidak jadi fokus mereka. Sepanjang terdapat benda yang disukai pada sesuatu jenis, jenis ini hendak membelinya. Mode serta pernak- pernik masih jadi benda yang sangat banyak diincar oleh sang penjelajah.


Sehabis itu, terdapat gadget, produk kecantikan, baru kebutuhan tiap hari. Umumnya, jenis ini pula jadi yang sangat banyak belanja di tanggal- tanggal kembar.


3. Sang pecinta merek


Salah satu keseruan mencari benda di festival belanja merupakan bermacam brand kesukaan hendak menawarkan potongan harga yang lebih besar dari umumnya. Perihal seperti itu yang dicari oleh sang pecinta merk.


Kala festival belanja diawali, mereka telah ketahui produk apa yang hendak dibeli. Apabila biayanya cocok, jenis ini hendak membelinya tanpa pikir panjang. Gadget serta perlengkapan rumah tangga jadi jenis yang sangat banyak dibeli oleh sang pecinta mereka. Berikutnya terdapat mode, pernak- pernik, dan bahan- bahan yang sesuai dijadikan kado.


Mengerti kah kalian, 3 jenis di atas pula cocok dengan survei yang dicoba InMobi, suatu platform yang mendesak perkembangan bisnis melalui teknologi pemasaran, monetisasi, serta konten- konten menarik.


Bertajuk Decoding the Connected Southeast Asian Festive Shopper in 2021, survei yang mengaitkan 2, 000 responden di beberapa kota di Indonesia ini menciptakan kalau 92 persen konsumen di Indonesia berencana memakai platform online buat berbelanja di festival belanja tahun ini. Jumlah duit yang dikeluarkan buat berbelanja juga tidak tanggung- tanggung, rata- rata menggapai Rp 500 ribu tiap orang.


Sedangkan itu, sebanyak 69 persen memakai fitur mobile dikala berbelanja online serta memutuskan buat membeli benda dikala pagelaran festival belanja. Apalagi, 20 persen orang Indonesia mengaku hendak berbelanja online lebih kerap pada tahun ini. Di sisi lain, 50 persen responden hendak kurangi anggaran belanja langsung di toko sebab kemudahan berbelanja di e- commerce.


Enggak hanya menyoroti sikap konsumen Indonesia, InMobi pula sudah memandang pola belanja warga se- Asia Tenggara. Sebanyak 47 persen responden dari Asia Tenggara setuju kalau mereka hendak memotong budget buat membelanjakan duit di toko offline. Memanglah, belanja online cenderung lebih hemat serta irit, terlebih dengan promo- promo di bertepatan pada menawan.


Dalam survei tersebut juga disebutkan, sebanyak 39 persen responden mengaku baru awal kali melaksanakan belanja online. Vice President& GM, Southeast Asia, Japan& Korea InMobi, Rishi Bedi berkata, pandemi cuma mengganti Kerutinan warga berbelanja, bukan tren itu sendiri. Umumnya langsung ke toko, saat ini aktivitas itu bisa dicoba melalui genggaman. Perihal tersebut juga hendaknya bisa jadi fokus suatu brand buat tingkatkan penjualan mereka.


" Berarti untuk brand buat menjajaki lewat strategi pemasaran supaya dapat seluruhnya menggunakan pembelian berkepanjangan( di platform online) ini. Bila tidak, brand hendak kehabisan kesempatan di pasar yang terus menjadi jenuh," katanya.


Lalu, apa yang dapat brand jalani buat menarik pelanggan, paling utama di momen- momen festival belanja?


Sehabis mengenali serta mengenali atensi pasar, buat konsumen tertarik dengan macam konten kreatif. InMobi menganjurkan, terdapat 3 strategi bisnis yang dapat dicoba.


Awal, timbulkan rasa penasaran konsumen melalui suatu yang out of the box. Para pelakon bisnis bisa jadi dapat mengunggah konten di media sosial. Sehabis rasa penasaran konsumen timbul, luncurkan produk yang dijual dengan format video. Dengan format ini, pesan serta keunggulan brand dapat tersampaikan dengan jelas.


Terus picu ketertarikan konsumen dengan style penjualan yang sentimental. Alih- alih mengatakan keistimewaan produk secara langsung, para pelakon bisnis bisa melaksanakan metode storytelling buat menyebarkan bukti diri brand.


Dengan strategi yang cocok, brand tidak cuma bisa tingkatkan penjualan dikala festival belanja, tetapi pula dapat menarik loyalitas konsumen dalam membeli produk. 

LihatTutupKomentar