Pendahuluan
Pernahkah kamu bertanya-tanya, apa itu videografi dan mengapa bidang ini
begitu populer di era digital? Videografi kini menjadi salah satu keterampilan
penting yang tidak hanya dipelajari oleh mahasiswa desain atau siswa DKV,
tetapi juga digemari content creator dan pelajar SMA. Lewat videografi, kita
bisa menyampaikan pesan, cerita, dan ide dengan cara yang lebih hidup dan
memikat dibandingkan foto atau teks semata.
Dalam panduan lengkap ini, kamu akan menemukan
dasar-dasar videografi pemula, mulai
dari definisi, peralatan yang dibutuhkan, teknik dasar, hingga tips praktis
agar hasil videomu terlihat profesional. Artikel ini disusun dengan gaya bahasa
sederhana, enak dibaca, dan langsung bisa dipraktikkan, terutama untuk kamu
yang baru menapaki dunia videografi atau sekadar ingin mengasah skill
sebagai content creator.
Apa
Itu Videografi?
Secara sederhana, videografi adalah seni dan teknik merekam gambar
bergerak dengan kamera, kemudian mengolahnya menjadi sebuah karya visual yang
bercerita. Berbeda dengan fotografi yang hanya menangkap satu momen, videografi
memungkinkan kita merekam alur cerita
lengkap, termasuk gerakan, ekspresi, hingga suara.
Dalam konteks videografi, tujuan utamanya bukan hanya dokumentasi,
tetapi juga komunikasi visual yang kuat. Misalnya, membuat video iklan, film
pendek, profil sekolah, atau bahkan konten untuk media sosial.
Ringkasnya:
·
Fotografi = menangkap momen diam.
·
Videografi = menangkap momen bergerak + suara +
alur cerita.
Mengapa
Videografi Penting untuk Pemula?
Kalau kamu siswa DKV atau mahasiswa desain,
menguasai videografi memberikan banyak manfaat, di antaranya:
Peralatan
Dasar untuk Videografi Pemula
Jangan khawatir, untuk memulai videografi pemula, kamu tidak perlu alat
mahal. Berikut daftar perlengkapan yang bisa digunakan:
·
Kamera:
Smartphone modern, DSLR, atau mirrorless.
·
Lensa:
Kit lens bawaan sudah cukup; tambahan lensa prime (50mm) untuk portrait.
·
Tripod:
Agar hasil stabil dan tidak goyang.
·
Microphone:
Lavalier atau shotgun untuk audio yang lebih bersih.
·
Lighting:
Bisa pakai ring light, softbox, atau cahaya alami.
·
Storage:
Kartu SD dan hard drive untuk menyimpan file.
·
Software
editing: CapCut (gratis), DaVinci Resolve (gratis), Adobe Premiere Pro
(profesional).
Tips: Mulailah dengan alat yang ada. Bahkan smartphone bisa jadi senjata ampuh
kalau dipakai dengan teknik yang benar.
Teknik
Dasar Videografi
Agar video terlihat lebih profesional, kuasai
beberapa teknik berikut:
2. Variasi Shot (Wide, Medium, Close-Up)
o Wide
shot → memberikan konteks.
o Medium
shot → fokus pada aksi.
o Close-up
→ menampilkan emosi.
Alur
Kerja Videografi (Workflow)
Videografi bukan hanya menekan tombol rekam.
Ada alur kerja yang perlu dipahami:
1.
Pra-Produksi
·
Menentukan ide dan tujuan video.
·
Menulis script atau outline.
·
Membuat storyboard atau shotlist.
·
Mempersiapkan alat dan lokasi.
2.
Produksi
·
Melakukan shooting sesuai rencana.
·
Mengatur pencahayaan dan audio.
·
Mengambil beberapa take agar punya cadangan.
·
Merekam footage tambahan (B-roll).
3.
Pasca-Produksi
·
Editing dasar: memotong dan menyusun footage.
·
Menambahkan audio, musik, dan efek suara.
·
Color correction dan color grading.
·
Export video sesuai kebutuhan platform.
Tips
Praktis Videografi untuk Pemula
1. Rencanakan sebelum syuting: Jangan asal
ambil gambar tanpa konsep.
2. Gunakan cahaya alami: Shooting di luar
ruangan pagi atau sore hari lebih aman.
3. Ambil lebih banyak footage: Lebih baik
kelebihan stok daripada kekurangan.
4. Fokus pada audio: Pastikan suara jernih
dan minim noise.
5. Belajar dari proyek kecil: Mulai dari
video 1 menit, lalu tingkatkan kompleksitasnya.
Contoh
Proyek Videografi Sederhana
Kalau kamu masih belajar, coba beberapa proyek
berikut:
·
Video
Profil Sekolah (2–3 menit).
·
Iklan
Produk Mini (30 detik).
·
Film
Pendek (3–5 menit).
·
Tutorial
Praktis (1 menit).
·
Video
Dokumenter Mini (3–4 menit).
Setiap proyek ini bisa jadi bahan portofolio
yang berguna di masa depan.
Kesalahan
Umum Videografi Pemula
Agar lebih cepat berkembang, hindari kesalahan
berikut:
·
Mengabaikan audio.
·
Tidak punya variasi shot.
·
Exposure berubah-ubah karena auto mode.
·
Tidak melakukan backup file.
·
Lighting terlalu gelap atau overexposed.
Kesimpulan
Sekarang kamu sudah lebih paham tentang apa itu videografi, peran pentingnya
dalam jurusan DKV, serta langkah-langkah memulai sebagai videografi pemula. Ingat, kamu tidak perlu alat mahal
untuk membuat karya keren. Yang dibutuhkan adalah konsep jelas, latihan konsisten, dan keberanian bereksperimen.
Videografi bukan sekadar keterampilan teknis,
melainkan medium untuk bercerita. Jadi, mulailah dengan proyek kecil, kumpulkan
portofolio, dan terus belajar.
Bagaimana menurutmu? Proyek videografi apa
yang paling ingin kamu coba pertama kali? Tulis di kolom komentar, yuk diskusi
bareng!



Silahkan Sobat berkomentar sebanyak-banyaknya dengan syarat :
1. Berkomentar sesuai dengan tema artikel
2. Jangan berkomentar SARA dan Porno
3. Jangan berkomentar menggunakan LINK AKTIF
Berkomentarlah dengan sopan karena komentar sobat tidak akan di moderasi.