January 2017

Kendalikan Alergi, Tangani Simptom-simptomnya

Anak yang mengalami alergi akan menunjukkan banyak gejala, mulai dari bersin-bersin, sakit kulit, sampai dengan diare. Bahkan ada juga yang mengalami hal lebih fatal, seperti pernapasan yang tersumbat karena membengkak. Ketika anak Anda mengalami hal ini, maka sebagai orang tua, adalah tanggung jawab Anda untuk kendalikan alergi pada anak tersebut dengan segera mengatasinya ketika gejala muncul.

Namun sebelum Anda melakukan penanganan, pastikan dulu bahwa apa yang dialami anak Anda memang gejala alergi, dan bukan karena masalah kesehatan lainnya. Ini penting untuk dilakukan karena salah penanganan bisa memberikan efek samping negatif pada anak. Contohnya, jika Anda belum yakin anak Anda alergi susu sapi, coba ganti susunya dengan Susu Soya SGM. Jika ternyata kemudian gejala alergi tidak lagi muncul, berarti anak Anda memang alergi dengan susu.

Ketika Anda sudah tahu bahwa anak Anda memiliki alergi, berikut ini cara untuk mengendalikannya di saat simptomnya mulai muncul:

·         Pastikan bahwa anak Anda tetap terhidrasi alias memiliki cairan tubuh yang cukup. Gejala alergi seperti bersin dan diare akan membuatnya gampang haus.
·          Berikan anak Anda air hangat untuk mandi, tapi jangan terlalu panas. Ini akan membuat anak menjadi lebih lega dan gejala alergi nya berkurang.
·         Minumlah teh hangat, Anda juga bisa menambahkan madu di dalamnya. Uap dari minuman panas juga akan membuat alergi yang mempengaruhi pernapasan jadi lebih lega.
·         Pastikan anak Anda berada di dalam rumah dan jangan keluar dulu sebelum gejalanya berhenti.
·         Bersihkan rumah Anda, jangan sampai ada debu, lumut, maupun segala macam yang bisa memicu alergi nya.


Cara untuk kendalikan dan konsultasikan alergi pada anak yang terbaik adalah dengan memastikan bahwa Anda sebagai orang tuanya tahu persis apa saja yang menjadi pemicu dari alergi milik anak tersebut. Baik itu alergi susu atau pun alergi makanan lain maupun debu, hindarkan dari sekitar anak untuk berjaga-jaga. Namun jika anak menunjukkan tanda-tanda alergi, segera kontrol dengan melakukan hal di atas, sehingga gejalanya tak semakin parah.

, ,


Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara telah meminta Facebook untuk turut serta memberantas peredaran hoax atau berita bohong. Rencananya, salah satu petinggi Facebook yang bakal datang khusus untuk membicarakan permintaan tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu (8/1/2017), Rudiantara mengatakan berniat mengajak para penyedia layanan media sosial, seperti Twitter dan Facebook, untuk aktif mencegah peredaran hoax.

Kala itu, Rudiantara mengatakan telah bertemu dan membahas persoalan hoax dengan Twitter. Sedangkan Facebook baru dihubungi dan berjanji akan segera membicarakan masalah itu dengan Pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, pada Selasa (17/1/2017), saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rudiantara memastikan bahwa pembicaraan dengan Facebook akan terjadi pada akhir Januari nanti. 

“Sudah pasti. Akhir bulan, FB (Facebook) datang,” ujar pria yang akrab disapa Chief RA itu.

Sebelumnya diberitakan, pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg yang akan hadir langsung mengikuti pembicaraan ini. Namun, informasi ini belum terkonfirmasi dan KompasTekno masih berusaha mendapatkan pernyataan dari Kemenkominfo.

Rencananya, pembicaraan dengan Facebook akan membahas seputar cara mencegah penayangan berita hoax, serta upaya memotong peredarannya agar tidak menjadi viral. Pemerintah Indonesia juga tengah mempertimbangkan sanksi berupa denda apabila Facebook gagal menyaring berita hoax.

Pertimbangan mengenai sanksi berupa denda itu mirip dengan yang terjadi di Jerman. Menurut Rudiantara, saat ini Pemerintah Jerman tengah menggodok undang-undang (UU) untuk memberlakukan denda pada media sosial yang gagal mencegah peredaran berita bohong.

“Di Jerman itu rencananya baru akan dibuat UU untuk denda yang konon (setara) Rp 7 miliar per hoax,” terangnya.

Bukan Indonesia saja yang menuding Facebook dan Twitter sebagai sarana penyebaran hoax. Di negeri asalnya, Amerika Serikat, kedua media sosial itu pun dituduh turut bertanggung jawab terhadap ramainya berita bohong pada masa kampanye pemilu presiden AS beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Facebook sudah sempat menguraikan empat rencana memerangi hoax di layanan mereka. Begitu juga dengan Twitter yang telah menyiapkan langkahnya sendiri.

Perusahaan internet asing lain yang mendapat sorotan serupa, Google, beberapa waktu lalu menyatakan peredaran berita palsu secara umum di internet masih sulit dikontrol. 

Namun, raksasa mesin pencari itu menyatakan telah bekerja sama dengan sejumlah outlet media di Google News agar hasil pencariannya bisa membuahkan berita-berita yang sesuai fakta dan tepercaya.

,
Pria Ini Habiskan 9 Jam Cari Kolom Terakhir Excel
Kolom-kolom dalam Microsoft Excel terlihat sangat banyak. Bahkan, seolah kolom-kolom tersebut tak berujung dan bisa memuat tabel sebanyak apa pun.
Namun, seorang pria bernama Hunter Hobs berhasil membuktikan bahwa deretan kolom itu sebenarnya ada batasnya.

Memang kolom terujung di Microsoft Excel itu tak mudah dicapai. Hobs sendiri menemukannya setelah berjam-jam menekan tombol panah arah bawah di komputernya, sambil melihat kolom demi kolom bergulir.

Total waktu yang dihabiskan untuk menekan tombol itu, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Motherboard, Kamis (12/1/2017), adalah 9 jam, 36 menit, dan 10 detik. Waktu yang cukup lama untuk membuat jari terasa kaku dan pegal-pegal.

Setelah menghabiskan waktu tersebut, Hobs baru mencapai kolom terakhir di Microsoft Excel, yakni kolom bernomor 1.048.576.

"Bagian paling menyedihkannya adalah saya lelah, lapar, dan tangan terasa sangat sakit. Namun, inilah Excel Challenge. Jangan coba melakukannya," ujar Hobs setelah sampai ke kolom terakhir di Microsoft Excel.
Sekadar diketahui, sebenarnya Anda tidak perlu bersusah payah hingga sembilan jam untuk bisa mengetahui ujung kolom pada Microsoft Excel. Bila ingin melakukan secara manual, Anda bisa memakai tombol pintas "ctrl + down" untuk mencapai ke kolom terakhir dengan lebih cepat.

Smartphone 4G "Gratis" Karya Anak Bangsa

Pemerintah mengambil langkah lebih jauh untuk mewujudkan kedaulatan digital, khususnya di industri smartphone. Awal pekan ini, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan smartphone 4G lokal dari dan untuk rakyat Indonesia. 

Hal tersebut merupakan buah kerja sama antara akademisi, industri, pelaku pasar, dan pemerintah. Dalam hal ini, Kemenristekdikti memberi pendanaan kepada tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mewujudkan smartphone 4G bernama "Digicoop".  

Menurut Menristek, Muhammad Nasir, riset-riset yang dihasilkan anak bangsa jangan sampai berhenti di perpustakaan. Pemerintah harus mendukung hingga tahap komersil sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat luas. 

"Saya merasa bangga betul. Semoga produk ini bisa mengambil pasar, network harus kita bangun. Mudah-mudahan produk ini bisa kompetitif, punya nilai tambah, dan menjadi kebanggaan," kata dia saat berkunjung ke VS Technology Indonesia, yakni manufaktur untuk smartphone 4G lokal hasil pengembangan ITB. 

Gratis dan diganti dua tahun sekali asalkan jadi anggota Digicoop

Nama smartphone "Digicoop" sendiri diambil karena ponsel itu diperuntukan bagi anggota Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM alias Digital Coop). Koperasi tersebut bertujuan menegakkan kedaulatan digital bangsa. 

Anggota Digicoop yang telah membayar iuran wajib untuk satu tahun akan memperoleh smartphone sebagai tanda keanggotaan. Semakin sering smartphone digunakan, anggota akan memperoleh poin semakin besar. 

Poin yang dikumpulkan bisa ditukar dengan keuntungan lain sebagai anggota koperasi. Misalnya untuk membeli jasa dari pihak ketiga yang menjadi mitra koperasi, seperti pulsa, voucher belanja online, dan lainnya.

Menurut Ketua Umum Digicoop, Henry Kasyfi, untuk sementara pihaknya belum berencana mengomersilkan smartphone "Digicoop" untuk masyarakat umum. 

"Konsepnya adalah dengan menambung, bisa pakai smartphone baru terus," kata dia pada KompasTekno, Jumat (13/1/2017). 

7 Mitos dan Kenyataan Seputar Cara "Nge-charge" Smartphone

Baterai mungkin adalah salah satu komponen yang paling sering ditanyakan dari sebuah ponsel. "Bagaimana cara mengisi yang benar?" atau "Haruskah saya mengisi baterainya sepanjang malam?" adalah dua contoh pertanyaan yang sering diajukan.

Sayangnya, informasi soal baterai cenderung simpang siur dan tak jarang saling bertentangan sehingga menimbulkan mitos keliru. Pengguna pun bisa dibuat bingung.

Apa saja mitos keliru yang sering diutarakan soal baterai ponsel? Berikut ini daftar tujuh di antaranya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari berbagai sumber, Sabtu (14/1/2017).

1. Baterai punya "ingatan"

Anda mungkin pernah mendengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh kapasitas baterai kemudian mengisinya penuh-penuh agar "ingat" dengan kapasitas aslinya. Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong. 

Mitos ini sebenarnya salah karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai. Sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya. Efek ingatan alias "memory effect" memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.

2. Baterai harus diisi dengan charger bawaan

Beberapa charger berkualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya. 

Charger USB manapun bisa dipakai untuk mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya akan berbeda-beda. Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere, misalnya, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1 ampere.

Ada juga beberapa kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan apabila ponsel diisi dengan charger bawaan.

3. Baterai ponsel akan rusak apabila diisi semalaman

Menancapkan ponsel ke charger sebelum tidur adalah kebiasaan yang lazim dilakukan banyak orang, mungkin juga termasuk kamu. Nah, apakah hal ini bisa mengakibatkan "overload" atau merusak baterai?

Jawabannya adalah tidak. Ponsel masa kini sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger. 

4. Jangan pakai ponsel saat di-charge

Menggunakan ponsel saat sedang tersambung ke charger tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.

Lagipula, ponsel kerapkali mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh update software lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya.

Pesawat EgyptAir Jatuh karena iPhone Meledak di Kokpit?

Kecelakaan EgyptAir dengan nomor penerbangan MS804 yang jatuh di Mesir pada Mei 2016 lalu mencurigai iPhone dan iPad sebagai sumber api di dalam kokpit. Kedua perangkat itu diduga meledak saat di udara.

Dugaan itu muncul berdasar dua bukti, yakni rekaman kamera CCTV saat Airbus A320 EgyptAir parkir di Bandara Charles de Gaulle, Paris, dan pesan komputer Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) di pesawat yang dikirim sebelum jatuh.

Rekaman CCTV di bandara Paris menunjukkan bahwa sebelum penerbangan MS804 berangkat, di jendela sebelah kanan pesawat tampak kopilot meletakkan berbagai benda di atas panel instrumen (dashboard).

Benda-benda itu antara lain iPhone 6S, iPad Mini 4, dan empat botol parfum yang dua di antaranya adalah botol aerosol.

Benda-benda itu berada di atas panel instrumen di hadapan kopilot, dan berada dekat dengan jendela sebelah kanan.

Bukti kedua yakni pesan ACARS yang pertama kali muncul saat pesawat dalam kondisi kritis. 

Pesan pertama yang dikirim adalah kode "3044 ANTI ICE R WINDOW" yang artinya sensor komputer membaca peranti pemanas kaca jendela sebelah kanan rusak atau tidak beroperasi. Pemanas kaca jendela (anti-ice) ini diperlukan di udara karena suhu di ketinggian jelajah bisa mencapai suhu minus.

Pesan ACARS tersebut kemudian diikuti dengan pesan berikutnya yang terkait dengan sensor jendela, yakni "561200 R SLIDING WINDOW SENSOR". Pesan itu mengindikasikan ada yang salah dengan jendela sebelah kanan. 

Dugaan awal yang sempat muncul kala itu adalah jendela sebelah kanan terbuka atau meledak.

Meski demikian, editor majalah Flight International, David Learmount berbicara kepada The Telegraph bahwa pilot tidak biasa meletakkan benda-benda di atas dashboard.

"Biasanya ditaruh di pangkuan atau di lantai saat takeoff, kalau di atas ada turbulence, bisa mengganggu kontrol juga," demikian ujar Learmount, seperti dikutip KompasTekno, Senin (16/1/2017).

Selain itu, Learmount juga mengatakan bahwa peristiwa ponsel yang meledak di bawah jendela adalah hal yang besar, pilot dan kopilot pastinya akan memberitahukan peristiwa itu ke pihak darat. Namun demikian, tidak ada yang menyebutkan hal itu melalui radio.

Hal yang perlu diperhatikan adalah, selain ada peringatan pada sistem pemanas kaca jendela, ada pula peringatan asap di toilet pesawat dan palka penyimpanan perangkat avionik di bawah lantai pesawat.

Ada asap pasti ada api. Masih belum bisa diketahui bagaimana api tersebut bisa menjalar sampai ke tempat-tempat tersebut.

EgyptAir MS804 hilang dari radar dalam perjalanan dari Paris menuju Kairo, Kamis (19/5/2016). Belakangan, pesawat Airbus A320 tersebut diketahui jatuh di Laut Tengah. Pesawat tersebut membawa 59 penumpang dan 10 kru yang semuanya dinyatakan tewas.


              

,
15 Tahun Lalu, Pesawat Garuda Menembus Badai Es dan Mendarat di Bengawan Solo
Lima belas tahun yang lalu, tepatnya pada 16 Januari 2002, pesawat B737-300 Garuda Indonesia penerbangan GA421 ditching atau mendarat di anak sungai Bengawan Solo. Penyebabnya, kedua mesin pesawat mati saat terbang akibat menembus badai hujan dan es.

Pesawat rute Lombok - Yogyakarta itu membawa 54 penumpang dan 6 kru. Seluruh penumpang selamat, tetapi seorang kru awak kabin ditemukan tewas, diduga akibat benturan saat pesawat mendarat.

Peristiwa itu menghasilkan salah satu masukan yang penting untuk dunia penerbangan, khususnya pabrikan mesin pesawat berdasar investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Namun sebelum melompat ke kesimpulan hasil investigasi dan rekomendasi KNKT, mari mengulas kembali kisah keajaiban yang terjadi 15 tahun yang lalu itu.

GA421 dijadwalkan terbang dari Selaparang, Mataram, pada pukul 15.00 WITA. Pesawat B737-300 registrasi PK-GWA yang dipiloti oleh Kapten Abdul Rozak itu kemudian menuju ketinggian jelajah 31.000 kaki. Pesawat dijadwalkan tiba di Yogyakarta sekitar pukul 17.30 WIB.

Namun saat meninggalkan ketinggian jelajah untuk turun ke bandara Adisutjipto, di atas wilayah Rembang, kapten penerbangan memutuskan untuk sedikit menyimpang dari rute seharusnya, atas izin ATC. Hal itu dilakukan karena di depan terdapat awan yang mengandung hujan dan petir. Kru pesawat mencoba untuk terbang di antara dua sel awan badai.

Sekitar 90 detik setelah memasuki awan yang berisi hujan, saat pesawat turun ke ketinggian 18.000 kaki dengan kondisi mesin dalam posisi idle, kedua mesin tiba-tiba mati dan kehilangan daya dorong (thrust).

Pilot dan kopilot pun saat itu mencoba untuk menghidupkan unit daya cadangan (auxiliary power unit/APU) untuk membantu menyalakan mesin utama, tetapi tidak berhasil. Penyelidikan yang dilakukan menyebut bahwa kru kokpit mencoba menyalakan mesin dengan interval setiap satu menit. Manual B737 yang dikeluarkan Boeing menyebut APU mesti dinyalakan dalam interval 3 menit sekali.

Ketika pesawat sampai di ketinggian 8.000 kaki, dan kedua mesin belum berhasil di-restart, pilot melihat alur anak sungai Bengawan Solo dan memutuskan untuk melakukan pendaratan di sana. Pesawat pun melakukan ditching tanpa mengeluarkan roda pendaratan maupun flaps (menjulurkan sayap).

Saran untuk industri mesin pesawat

Penyelidikan yang dilakukan oleh KNKT menyimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan maskapai Garuda Indonesia kepada pilot-pilotnya dalam hal interpretasi radar cuaca tidak sebagaimana mestinya dilakukan, hanya diberikan secara tidak formal.

Jika kru mengubah sudut radar cuaca pesawat ke bawah sebelum meninggalkan ketinggian jelajah, maka kemungkinan mereka akan melihat jalur awan di depan dengan lebih baik.

Dari rekaman suara kokpit dan melihat kerusakan di hidung dan mesin pesawat, disimpulkan awan badai yang ditembus GA421 kala itu bukan hanya berisi hujan saja, melainkan juga butiran-butiran es. Laporan menyebut air dan es tersebut memiliki kepadatan yang tidak bisa ditoleransi lagi oleh mesin saat kondisi idle, sehingga tidak bisa dinyalakan ulang.

Berdasar temuan tersebut, maka diterbitkan rekomendasi kepada pabrikan mesin pesawat. Mereka diminta untuk membuat prosedur bagaimana meningkatkan kemampuan mesin saat menghadapi situasi hujan badai dan es, yakni dengan meningkatkan RPM minimum menjadi 45 persen dan melarang penggunaan autothrust dalam kondisi presipitasi tinggi. 

Selain itu, KNKT juga memberikan rekomendasi untuk memperbaiki metode pelatihan awak pesawat dalam membaca citra radar cuaca, pabrikan radar cuaca harus meningkatkan sistem radar cuacanya agar bisa lebih baik mengidentifikasi awan, serta perbaikan dalam prosedur pemeliharaan baterai pesawat untuk maskapai.

,

Empat tahun yang lalu, Aaron H. Swartz ditemukan meninggal dunia di apartemen miliknya di New York, Amerika Serikat. Dia mengakhiri nyawa dengan cara gantung diri, Jumat (11/1/2013).

Swartz, si pria muda yang kala itu berusia 26 tahun, bukan orang sembarangan di dunia teknologi informasi. Sepanjang hidupnya yang relatif singkat dia sudah membuat sejumlah pencapaian besar, mendirikan situs Reddit dan menggagas teknologi sindikasi Really Simple Syndication (RSS).
Dia juga dikenal sebagai aktivis internet yang memperjuangkan hak akses publik terhadap informasi digital, seperti dirangkum KompasTekno dari berbagai sumber, Minggu (15/1/2017).

Aaron Swartz lahir di kota Chicago, Illinois, pada 8 November 1986 dari pasangan Susan dan Robert Swartz. Sebagai anak dari dari seorang pendiri perusahaan software, dia sudah mengenal komputer dan internet sejak kecil.

Dari masih kanak-kanak, kepintaran serta kegelisahaan Aaron tentang dunia telah mulai tampak.

Menginjak umur 14 tahun, Swartz yang mengenyam pendidikan formal di sebuah sekolah swasta menjadi bagian dari tim yang menciptakan spesifikasi RSS (rich site summary/really simple syndication), yang hingga kini digunakan secara luas untuk berlangganan konten di internet.

Sempat masuk ke Universitas Stanford, Swartz keluar hanya setahun setelah menduduki bangku kuliah karena tidak betah. Dia kemudian menjadi salah satu anggota tim awal situs social news Reddit.

Situs ini lalu dibeli oleh Condé Nast Publications yang merupakan pemilik majalah Wired menjelang akhir 2006. Jadilah Swartz mandiri secara finansial beberapa hari sebelum usianya mencapai 20 tahun.

Pria yang kerap tampil dengan rambut gondrong sebahu ini lantas pindah ke San Francisco, AS untuk bekerja di perusahaan barunya. Akan tetapi, lagi-lagi dia merasa tak kerasan dan memutuskan keluar pada awal tahun 2007.

,



Berfoto selfie dengan pose jari membentuk tanda victory ternyata berbahaya? Mungkin kedengarannya tidak masuk akal, tetapi menurut pihak China, selfie dengan simbol "V" memang berbahaya. 

Tanda victory sendiri dilambangkan dengan acungan jari telunjuk dan tengah. Kedua jari itu membentuk huruf "V" sebagai awalan kata "victory" yang artinya kemenangan. Selain sebagai victory, pose tersebut juga bisa diartikan sebagai lambang damai (peace).

Nah, menurut pihak berwenang di China, selfie dengan pose tersebut berisiko membuat identitas orang yang ada dalam foto mudah untuk dicuri. Tidak hanya berfoto selfie, orang yang berfoto biasa dengan pose tersebut dan memperlihatkan jari yang cukup jelas juga bisa dianggap berbahaya. 

Penjahat cyber bisa saja membuat replika atau meniru sidik jari, dengan memanfaatkan foto jari telunjuk yang menghadap ke kamera saat berpose victory. Pencurian identitas dengan memanfaatkan sidik jari itu berlaku bagi korban yang menggunakan keamanan sidik jari untuk melindungi berbagai datanya. 

Terdengar mustahil, tetapi pada kenyataannya hal tersebut bisa dilakukan. Pada Desember 2014 lalu, sebagaimana KompasTekno rangkum dari GizmoChina, Jumat (13/1/2017), ahli keamanan Jan Krissler dikatakan berhasil membuat tiruan digital sidik jari dari menteri pertahanan Jerman. 

Tiruan sidik jari digital itu dikatakan didapat dari sebuah acara konferensi pers yang dihadiri sang menteri. Kemudian, ia menggunakan software komersil untuk membuat tiruan sidik jari tersebut. 

Dari segi pengguna biasa, hal ini bisa dikatakan cukup berbahaya. Saat ini, kebanyakan ponsel sudah dilengkapi dengan fitur NFC untuk melakukan pembayaran. 

Biasanya, fitur NFC itu dilengkapi dengan keamanan sidik jari. Artinya, untuk melakukan pembayaran via NFC, pengguna harus memindai sidik jari terlebih dahulu sebagai langkah keamanan. 

Hal tersebut memang terdengar menyeramkan. Namun, menurut KompasTekno, kegiatan pencurian data menggunakan sidik jari ini masih sangat sulit dilakukan. Dibutuhkan kamera dan foto beresolusi tinggi untuk menangkap detail sidik jari, dan membuat tiruan digitalnya.

Tidak semua orang juga bisa membuat sidik jari tiruan dengan mudah. Tetapi tidak ada salahnya juga untuk lebih berhati-hati.

,
Begini Cara Google Perangi "Hoax" di Indonesia

RASAKAN.com - Penyebaran hoax atau berita bohong sedang menjadi sorotan tajam di Indonesia. Pasalnya berita tersebut seringkali bermuatan fitnah terhadap golongan atau pihak tertentu, hingga bisa memicu kebencian.

Parahnya, kebanyakan berita hoax ini bisa menyebar dengan mudah di internet. Para pelaku biasanya menggunakan media sosial, yang bisa dibuka dan diakses siapa pun, sebagai alat penyebarannya.

Pemerintah pun tidak tinggal diam melihat potensi bahaya tersebut. Saat ini, pemerintah tengah menggodok sebuah aturan yang bakal memaksa penyedia layanan, seperti Google, Facebook dan Twitter, untuk turut memerangi hoax.

Menanggapi hal ini, Google, mengatakan pada KompasTekno bahwa pihaknya sudah dan sedang mengembangkan algoritma khusus untuk mengatasi penyebaran hoax di internet.

Raksasa internet itu mengakui bahwa algoritma yang sedang mereka kembangkan belum sempurna. Namun seiring dengan waktu, mereka berjanji bahwa kualitasnya akan meningkat sehingga membuat pencarian hanya menampilkan informasi yang terpercaya.

“Kami baru saja meningkatkan algoritma kami untuk menampilkan konten yang lebih kredibel dan berkualitas tinggi di hasil penelusuran pengguna," ujar perwakilan Google Indonesia dalam keterangan resminya kepada KompasTekno, Kamis (12/1/2017).

"Kami berkomitmen untuk terus meninjau algoritma tersebut guna menjawab tantangan semacam ini,” imbuh Google.

Selain mengutarakan janji, perwakilan Google Indonesia juga menceritakan mengenai proses mereka menangani hoax. Proses tersebut sangat rumit dan selalu ada potensi membuat kesalahan.

Salah satu yang selalu dilakukan oleh Google adalah melakukan verifikasi terhadap situs mana yang bisa memberikan jawaban terbaik bagi pengguna dan menampilkannya. Jika dalam proses tersebut ditemukan berita hoax, maka sistem akan mendata dan mencari cara untuk membersihkannya sekaligus.

“Identifikasi halaman dan situs yang dapat memberikan jawaban terbaik bagi seorang pengguna adalah persoalan yang rumit. Terkadang kami mungkin membuat kesalahan,” ujar perwakilan Google Indonesia tersebut.

“Tapi saat sebuah informasi meragukan ditampilkan cukup tinggi di hasil penelusuran, kami tidak menghapusnya satu per satu, melainkan menerapkan sebuah perbaikan yang dapat secara otomatis diaplikasikan ke semua hasil penelusuran,” pungkasnya.

1 ,
Kamera Google Rekam Seorang Ibu Jatuh dari Motor
RASAKAN.com — Hal tak terduga bisa saja ditemukan secara tak sengaja di internet. Salah satunya lewat kamera Google Street View yang menjepret lingkungan di sekitar jalanan.

Kali ini, sebuah jepretan aksi tak disengaja ditemukan dari Google Street View di Indonesia, tepatnya di wilayah jalan Karangampel Timur, Jawa Timur.

Jika dilihat sepintas, sebenarnya tidak ada yang aneh dari jepretan yang diambil pada Desember 2014 lalu di wilayah tersebut. Di sepanjang jalan, suasana terlihat biasa saja dengan motor dan mobil yang berlalu lalang.

Jepretan tak disengat itu baru terlihat di koordinat ini. Di situ, terlihat seorang ibu berjaket biru yang sedang menunggangi sepeda motor, berpapasan dengan mobil Street View.

Maju sedikit dari koordinat tersebut, lalu putar kamera ke arah belakang dengan cara klik dan tahan mouse ke arah belakang. Jika menggunakan smartphone, tahan jari di layar, kemudian geser ke arah belakang.

Si ibu berjaket biru tadi bisa kembali terlihat, tetapi dengan pose berbeda. Entah karena apa, si ibu berbaju biru tadi terlihat terjatuh bersama motornya.
Kamera Google Rekam Seorang Ibu Jatuh dari Motor
Mungkin, karena jalanan yang sempit, saat berpapasan dengan mobil Street View, ibu tersebut harus menepikan sepeda motornya dan melalui jalanan yang tidak rata. Jalanan yang sempit dan bergelombang, ditambah rasa kaget si ibu, bisa jadi membuat sepeda motornya terpeleset dan terjatuh. 

Tidak diketahui, apakah sang sopir mobil Google turun untuk membantu ibu berjaket biru itu berdiri atau tidak. Hanya, tampaknya si ibu tidak mengalami luka yang serius. 

Melihat peristiwa ini, lebih berhati-hatilah, terutama bagi para ibu pengendara motor. Jangan lupa mengenakan helm demi keselamatan saat berkendara. 

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.