Printer Pencetak Makanan

Kalian pasti sudah tidak asing dengan sebuah printer, karena selalu digunakan untuk pencetakan baik untuk dokumen kantor, skripsi untuk mahasiswa, proposal dll. Tetapi akhir-akhir ini mulai bermunculan kegunaan lain dari printer. Selain mesin cetak, sekarang banyak printer yang multifungsi sebagai scanner dan bahkan malah cetak 3D. Yang uniknya, selama ini kita tahu printer hanya bisa mencetak di kertas dan foto. Tetapi bagaimana jika printer kita bisa mencetak makanan siap saji dan bisa dimakan ? hemm menarik bukan.
Seperti yang saya sebutkan di atas. Teknik cetak 3D mulai pamor dan sebenarnya teknik cetak 3 dimensi sudah ditemukan dari tahun 80-an. Namun, perkembangan pesat teknologi ini ada pada era 2010-an.
Saat ini, berbagai benda dan peralatan bisa dibuat dengan teknik cetak 3 Dimensi. Mulai dari alat sehari-hari seperti piring dan keranjang, sampai benda yang membantu orang banyak seperti bangunan rumah. Kini, makanan pun bisa dihasilkan dengan teknologi tersebut.
Printer Pencetak Makanan
Mesin cetak 3D Khusus makanan
Perusahaan Natural Machines memperkenalkan alat cetak 3 dimensi khusus makanan, yang disebut “Foodini”. Perbedaan signifikan Foodini dengan alat cetak 3 dimensi lainnya adalah: jika pencetak 3 dimensi lainnya menggunakan bahan dasar plastik, alat ini akan diisi dengan bahan-bahan layak makan yang diolah dengan kapsul stainless steel.
“Ini menggunakan teknologi yang mirip. Namun dengan plastik hanya ada satu titik leleh, sedangkan dengan bahan makan, akan ada temperatur berbeda, konsistensi, dan tekstur,” ungkap Lynette Kucsma, salah satu anggota tim penggagas Natural Machines, seperti yang dikutip liputan6.com.
“Gravitasi juga tidak menuruti kami, mengingat makanan tidak semudah plastik dalam pembentukan,” sambungnya.
Printer Pencetak Makanan
Mesin ini mampu mencetak Pizza Mini
Tim startup asal Barcelona mengungkapkan, bahwa saat ini alat ini hanyalah satu-satunya yang bisa mencetak variasi makanan, dari cita rasa manis sampai gurih.
“Pada dasarnya, ini merupakan pabrik makanan dalam bentuk mini seukuran oven.” ungkap Kucsma seraya menjelaskan bahwa pada tahap awal, alat cetak diperuntukkan pengguna dapur profesional, seperti juru masak.
Versi untuk konsumen nanti akan dibuat tersendiri.
Pada prinsipnya, Foodini sekilas terdengar seperti alat yang ‘mendukung’ kemalasan. Sebab anda hanya tinggal menekan tombol untuk mencetak lauk pauk.
Namun, Nautal Machines menekankan bahwa alat ini didesain khususnya untuk mengatasi bagian dari memasak yang makan waktu lama, yang justru membuat orang-orang enggan memasak di rumah. Selain itu, perusahaan mengajak mengkonsumsi makanan sehat. Ditunjukkan dengan alat yang membutuhkan bahan-bahan segar sebelum mencetak.
Perusahaan tersebut juga bekerjasama dengan pabrik makanan ternama, untuk penciptaan kapsul plastik penyimpan makanan yang melengkapi alat cetak serta bahan makanan yang bebeas pengawet.
Selain mampu menciptakan desain makanan yang rumit seperti hiasan kue, atau kentang tumbuk yang disusun bentuk persegi enam, Foodini juga bisa digunakan untuk resep yang membutuhkan ketelitian tinggi. Seperti pizza buatan rumah.
Printer Pencetak Makanan
Teknologi ini juga mendukung pengguna dalam memasak, berbagi resep, dan mengkonsumsi makanan sehat.
Saat ini, alat hanya bisa mencetak makanan, dan dalam memasaknya hingga matang harus dilakukan oleh pengguna. Namun, perusahaan terus mengembangkan model untuk memasak makanan hingga siap dimakan.
Bukan hanya mempermudah proses memasak, ide penciptaan juga memiliki aspek sosial.
“Ada layar sentuh di bagian depan yang tersambung pada situs resep di jaringan. Intinya, ini media sosial peralatan dapur,” ungkap Kucsma.
Dengan alat itu, pengguna akan mampu mengontrol alat melalui smartphone, dan membagi resep dengan komunitas.
Printer Pencetak Makanan
Makanan penutup seperti macaron juga bisa dihasilkan dengan alat.
Ada juga orang-orang yang meragukan amannya makanan yang muncul dari alat cetak. Hal itu dengan segera dibantah oleh Kucsma.
“Kami sudah mengujinya dan semua orang suka makanannya. Seperti oven microwave saja, yang pada tahun 70-an dicurigai mengandung racun radiasi atau semacamnya oleh orang-orang. Di era kini, alat ini menjadi andalan. Penemuan ini menghasilkan makanan sungguhan, dengan bahan segar sungguhan. Hanya saja teknologinya berbeda,” bebernya.
Foodini kabarnya akan merambah di pasaran pada tahun 2016 mendatang, dibanderol US$ 1.500 atau sekitar Rp 21,34 juta. Tertarik? Semoga bermanfaat
Label:

Post a Comment

Silahkan Sobat berkomentar sebanyak-banyaknya dengan syarat :
1. Berkomentar sesuai dengan tema artikel
2. Jangan berkomentar SARA dan Porno
3. Jangan berkomentar menggunakan LINK AKTIF
Berkomentarlah dengan sopan karena komentar sobat tidak akan di moderasi.

[blogger][facebook]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.